Nokia 3310 dkk
Kisah kejayaan Nokia yang balasannya tumbang (Foto: Nokia)

Jakarta

Nokia yaitu brand ponsel yang pernah menjadi yang paling sukses di dunia. Hingga balasannya datang para pembunuhnya.

Nokia memang kini masih tetap eksis dikendalikan HMD Global dan tidak mengecewakan baik performanya. Namun, bayang-bayang kejayaan masa silam tetap mengikutinya kemanapun. Apalagi generasi tahun 1990-2000-an permulaan, mencicipi betul kedigjayaan Nokia di dunia.

Dihimpun detikINET dari aneka macam sumber, Sabtu (23/4/2022) inilah cerita sejarah Nokia yang dibunuh secara perlahan-lahan dalam perang kompetisi ponsel:

1. Momen emas Nokia

Dekade 1990 yakni momen Nokia menuju puncak kejayaan memindah Motorola. Tahun 1998, Nokia memperkenalkan Nokia 8810, ponsel pertama tanpa antena eksternal. Iya, dikala itu semua ponsel masih pakai antena lho. Tahun 1999, Nokia 3210 lahir dan terjual 160 juta unit di seluruh dunia, kemudian disertai ponsel Nokia 3310.

Tahun 2000 awal, Nokia tetap tak tergoyahkan. Salah satu inovasi mereka yakni Nokia 7650, ponsel canggih di masa itu dengan kamera built in. Masuk tahun 2003, meluncurlah Nokia 1100 yang kemudian jadi handset terlaris sepanjang masa, terjual 250 juta unit. Dari situlah lahir julukan HP Sejuta Umat.

Banyak juga terobosan keren yang ditangani Nokia pada masa jayanya. Misalnya, Nokia 9000 Communicator, HP sultan pada masanya dan Nokia 8110 yang disebut Nokia pisang alasannya yakni bentuknya.

Pada puncak kejayaannya, Nokia menguasai 40% dari seluruh ponsel yang beredar di seluruh dunia. Di Indonesia, merek ini dulu sungguh lebih banyak didominasi. Nokia menjadi merek asal Finlandia paling masyhur dan bikin ekonomi negara itu sejahtera.

Saat itu, Nokia seumpama tak terbendung lagi. Namun, bahaya datang tanpa disangka .

Halaman selanjutnya: Para pembunuh Nokia >>>

2. Kehadiran para pembunuh Nokia

Tahun 2007, Apple meluncurkan iPhone generasi pertama. Tahun 2008, tata cara Android mulai hadir ke dunia. Blackberry yang bahu-membahu telah datang sejak tahun 2000, meraih berhasil global dengan BlackBerry 8520 Gemini di tahun 2009.

Ketiga hal itu mampu dikatakan selaku para pembunuh Nokia. Tahun 2008, tanda-tanda kurang baik mulai tampak. Profit Nokia turun sampai 30%, sedangkan di segi lain pemasaran iPhone naik 330%. Tahun 2009, Nokia bahkan PHK 1.700 karyawan di seluruh dunia.

Android pun lambat laun membesar, disokong oleh produsen besar seumpama Samsung, HTC dan LG. BlackBerry pun berhasil bikin basis konsumen yang kuat dengan keutamaan aplikasi pesan BlackBerry Messenger. Semua orang tergila-abnormal pada BlackBerry dikala itu.

Nokia bukannya tidak melawan balik. Mereka melahirkan sejumlah produk untuk melawan persaingan. Salah satu yang paling berhasil yaitu Nokia 5800 Xpress Music. Namun walau laku 8 juta unit, pengalaman layar sentuhnya tidak membuat puas.

Nokia pun mengubah manajemen. Pada September 2010, mantan direktur Microsoft yakni Stephen Elop masuk menjadi CEO Nokia dengan misi sangat berat yakni membangkitkan Nokia. Dia mematikan Symbian dan menegaskan menggunakan OS Windows Phone di lini ponsel cendekia Nokia.

Namun langkahnya dipertanyakan, kenapa tidak memakai OS Android yang makin terkenal saat itu. Tapi Elop kekeuh, karena beliau mengharapkan integrasi Lumia 920 dengan Windows PC atau Xbox. Jika beralih ke Android, berdasarkan dia Nokia telah terlambat dengan lainnya. Alhasil, Nokia semakin terpuruk.

Nokia tetap tidak mampu berbuat banyak walau sudah mengadopsi Windows Phone dan berusaha tetap inovatif di gugusan ponsel barunya. Puncaknya Nokia balasannya dibeli Microsoft selesai 2014 kemudian dengan harga terhitung murah, di kisaran USD 7 miliar.

Sungguh sebuah selesai yang cukup tragis untuk mantan raja ponsel dunia. Bahkan di bawah Microsoft, Nokia tetap kepayahan. Ujungnya, divisi ponsel dan merek Nokia di Microsoft ditutup.

Sampai risikonya, HMD Global memegang lisensi Nokia dan kembali menjual ponsel merek itu. Saat ini, penampilan mereka cukup lumayan. Nokia sekarang hadir sepenuhnya dengan Android.

Kisah Nokia menjadi pelajaran dalam dunia teknologi. Sehebat apapun perusahaan, teknologi selalu meningkat dan pelaku dituntut untuk cepat beradaptasi. Karena, pemain gres dengan inovasi yang lebih baik, mampu mengalahkan raksasa sekalipun.

Berita sebelumya7 Keunggulan Oppo A96 Yang Punya Memori Besar Sampai 256Gb
Berita berikutnya10 rekomendasi Hp Android Murah Rp 2-5 Juta untuk Thr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here