Kominfo menjalin kemitraan untuk memperluas jangkauan susukan internet di Indonesia.
Menkominfo ke MWC 2022, Cari Mitra Untuk Perluas Akses Internet RI (Foto: Dok. Kominfo)

Jakarta

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melaksanakan kunjungan kerja ke Mobile World Congress (MWC) 2020, Barcelona. Lawatan ini untuk menjalin kemitraan untuk perluas kanal internet di Indonesia.

Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah besar berupa kesenjangan internet, di mana dari 83.218 desa/kelurahan, 12.548 desa/kelurahan berada di area blankspot alias tidak ada terusan internet di sana.

Adapun, 12.548 desa/kelurahan itu ada 9.113 desa/kelurahan yang terletak di tempat Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) itu dijalankan Bakti Kominfo, sedangkan sisanya 3.435 desa/kelurahan kawasan non-3T dijalankan operator seluler.

“Untuk memperluas jangkauan internet untuk bisa lebih terjangkau, kementerian mencari setiap solusi dan opsi yang memungkinkan termasuk dalam membangun kemitraan dan berkolaborasi dengan pihak ketiga,” ujar Menkominfo dalam keterangannya, Jumat (4/3/2022).

Dalam rangkaian acara MWC 2022 itu, Menkominfo melakukan pertemuan dengan utusan Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, berjumpa dengan perwakilan perusahaan teknologi ZTE, Ericsson dan Huawei. Dari konferensi ini, Kominfo mencari opsi pendanaan, baik dari internal maupun invetasi dari pihak eksternal.

Disampaikan Johnny bahwa ketika ini Kominfo menunjukkan keterjangkauan jalan masuk komunikasi yang menjadi kunci pengembangan ekonomi Indonesia ke depan.

“Saat ini perekonomian Indonesia disokong oleh 60% UKM, keterjangkauan dan kanal konektivitas untuk memperluas cakupan konektivitas adalah kunci untuk menopang dan mengembangkan ekonomi Indonesia lebih lanjut,” jelasnya.

US State Department Deputy Assistant Secretary, Stephen Anderson menunjukkan bantuan untuk membantu penyediaan kanal internet cepat (broadband) untuk daerah pelosok di Indonesia.

“AS terpesona untuk menangani broadband untuk tempat yang kurang terlayani di tempat pedesaan di Indonesia. Selain itu kami juga sanggup menolong dalam hal investasi dan pinjaman ekosistem AS lewat negara bab, NTIA, USAID serta mampu mendukung dalam perakitan perangkat keras lokal,” pungkasnya.

Simak Video “Menkominfo Bicara Soal Kabar 5G Ganggu Penerbangan di AS
[Gambas:Video 20detik]

Berita sebelumyaAdvan Startgo R1 Pro Dirilis, Banyak Fitur Menawan Harga Hanya Rp 500 Ribu
Berita berikutnyaViral!!! Google Mulai Kuasai Perusahaan Satpam Siber Senilai Rp 77 Triliun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here