Snapdragon 8 Gen 1 Vs Exynos 2200, Mana Yang Lebih Baik?

oleh -2 Dilihat
banner 728x90

Duniaphone.com – Hampir setiap Samsung merilis seri Galaxy S di Indonesia, pertanyaan yang senantiasa muncul ialah, “Kenapa bukan versi Snapdragon?” Kini, sesudah Samsung menjinjing seri Galaxy S22 versi Snapdragon ke Indonesia, dan pertanyaan yang timbul yakni, “Kenapa bukan versi Exynos?”

Sebenarnya, kedua pertanyaan ini tak salah juga. Pasalnya, beberapa generasi Galaxy S ke belakang yang dirilis di Indonesia menggunakan system on a chip (SoC) Exynos yang performanya relatif lebih rendah ketimbang varian Galaxy S dengan SoC Snapdragon.

banner 336x280

Sementara Snapdragon 8 Gen 1 yang digunakan di Galaxy S22 model Indonesia, meski memang punya performa yang kencang, punya satu dilema yang sudah ada semenjak Snapdragon 888. Di segi lain, Exynos 2200 punya satu hal gres yang sebelumnya belum pernah ada, ialah chip grafis dengan arsitektur RDNA 2 andalan AMD.

Sebagai gosip, Snapdragon 8 Gen 1 dan Exynos 2200 punya kemiripan di sektor CPU. Yaitu sama-sama dibentuk oleh Samsung Foundry dengan proses 4nm LPE, dan menggunakan core dengan arsitektur Arm v9 yang modern.

Konfigurasi corenya pun sama. Yaitu suatu core Cortex-X2, tiga core Cortex-A710, dan empat core Cortex-A510.

 

 

Snapdragon 8 Gen 1

Sejauh ini gres ada beberapa ponsel di dunia yang menggunakan SoC andalan Qualcomm untuk 2022 ini. Antara lain ialah OnePlus 10 Pro, Realme GT 2 Pro, Moto Edge 30 Ultra dan Xiaomi 12. Sehingga ulasan tampilan SoC ini bisa dibilang masih terbatas.

Dalam ulasan Golden Reviewer, Snapdragon 8 Gen 1 di Moto Edge 30 Ultra memang bisa menciptakan penampilan kencang di ketika dipakai bermain Genshin Impact, tetapi hanya dalam empat menit pertama.

Setelahnya, suhunya berkembangdan performanya mulai menurun, yang ditunjukkan dengan frame rate yang drop sehingga gamenya menjadi tampaktidak tanpa gangguan. Bahkan, performanya menurun sampai 40% untuk menstabilkan suhunya.

Tentu penampilan dan temperatur Snapdragon 8 Gen 1 ini bisa bertentangan-beda di ponsel lain, sesuai dengan penanganan yang diberikan oleh pembuat ponselnya. Terlebih lagi, SoC ini memakai arsitektur terbaru, yakni Arm v9 yang dibuat memakai fabrikasi Samsung 4nm, yang sebaiknya sungguh efisien dalam konsumsi daya.

Semakin efisien daya yang disantap seharusnya menciptakan semakin sedikit panas yang dihasilkan oleh chip. Teorinya begitu.

 

Exynos 2200

Lalu bagaimana dengan SoC produksi Samsung sendiri, yaitu Exynos 2200, yang juga dibentuk memakai arsitektur serupa dan fabrikasi 4nm yang sama?

Dilansir Wccftech, kemampuan CPU Exynos 2200 ternyata tak memuaskan. Dari pengujian yang dilaksanakan TechAltar, CPU Exynos 2200 cuma 5% lebih kencang dibandingkan dengan Exynos 2100 yang digunakan di Galaxy S21.

Pasti GPU-nya kencang dong? Kan dibuat memakai arsitektur RDNA 2 andalan AMD yang juga digunakan di PS5 serta Xbox Series X. Ah, tidak juga. Masih berdasarkan TechAltar, GPU Exclipse 920 di Exynos 2200 ini hanya 17% lebih kencang ketimbang Mali-G78 MP14 yang digunakan di Exynos 2100.

Peningkatan terbesarnya malah ada di sektor neural processing unit (NPU), yang bertanggung jawab atas semua kinerja machine learning, artificial intelligence, dan sejenisnya. NPU di Exynos 2200 ini berkembang115% dibanding Exynos 2100.

Meski performa GPU-nya cuma naik sedikit dibanding Exynos 2100, GPU Xclipse 920 punya satu fitur yang tak dimiliki GPU lain di ranah mobile. Yaitu sumbangan akselerasi ray tracing secara hardware dan variable rate shading, yang berdasarkan Samsung sebelumnya hanya ada di PC, laptop, dan konsol.

“Seperti suatu gerhana (eclipse), GPU Xclipse akan menuntaskan periode usang dari mobile gaming dan menjadi penanda mulainya bagian baru yang mempesona (di mobile gaming),” tulis Samsung dalam keterangannya.

Sebagai informasi, ray tracing merupakan teknologi yang dapat mensimulasikan cahaya layaknya di dunia kasatmata. Misalnya efek pantulan cahaya, atau bayangan dari beling atau cermin, yang (lazimnya ) mampu ditampilkan dengan sangat kongkret, setidaknya di PC, laptop, dan konsol.

Belum dikenali apakah ray tracing di GPU mobile ini efeknya akan terasa, alasannya pasti harus ada tunjangan juga dari para pengembang game dan aplikasi.

Perbandingan Snapdragon 8 Gen 1 dan Exynos 2200

Exynos 2200

Snapdragon 8 Gen 1

Proses Fabrikasi 4nm EUV (Samsung Foundry) 4nm EUV (Samsung Foundry)
CPU 1x Cortex-X2
3x Cortex-A710
4x Cortex-A510
1x Cortex-X2 @ 3GHz
3x Cortex-A710 @ 2.5GHz
4x Cortex-A510 @ 1.8GHz
GPU Xclipse 920 (AMD RDNA 2), Ray-Tracing, VRS, HDR10, HDR10+ Adreno (Adreno 730) @ 818MHz, VRS, Dolby Vision, HDR10, HDR10+, HLG
DSP 4K 120Hz, QHD+ 144Hz 4K 120Hz, QHD+ 144Hz
NPU Dual-Core (2x lebih kencang dari Exynos 2100) Triple Core
RAM Quad-Channel LPDDR5 Quad-Channel LPDDR5
Storage UFS 3.1 UFS 3.1
ISP Up To 200MP
108MP @ 30FPS
64MP+32MP @ 30FPS
8K 30FPS Video
4K 120FPS Video
Up To 200MP
108MP @ 30FPS
64MP+36MP @ 30FPS
36MP+36MP+36MP @ 30FPS
8K 30FPS Video + 64MP Photo
4K 120FPS Video + 64MP Photo
RAM 8 GB 6 GB
Storage 128 GB 128 GB
Modem Integrated 5G Modem (mmWave/Sub-6GHz)
Up to 10Gbps (Dual-Connection Mode)
Up To 3.67Gbps Upload
Integrated 5G Modem (mmWave/Sub-6GHz)
Up to 10Gbps Download
Up To 3Gbps Upload
GPS BeiDou, Galileo, GLONASS, GPS BeiDou, Galileo, GLONASS, GPS
WiFi Wi-Fi 6E, Wi-Fi Direct Wi-Fi 6E, Wi-Fi Direct
Bluetooth Bluetooth 5.2 Bluetooth 5.2

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.