Program Laptop Dari Pemerintah Bantu Vendor Dalam Negeri Terus bertumbuh

oleh -2 Dilihat
banner 728x90

FOTOINET Menkominfo ke pabrik Advan Semarang
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Jakarta

Pemerintah mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun yang mau digunakan sebagian untuk pembelian laptop buatan dalam negeri untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Adanya kegiatan laptop setempat ini diyakini memberi efek positif bagi bisnis vendor dalam negeri.

banner 336x280

Demikian diutarakan Chandra Tansri, CEO PT Bangga Teknologi Indonesia, perusahaan yang menciptakan ponsel pandai dan tablet brand Advan. Menurutnya lagi adanya aktivitas ini membuka potensi gres.

“Proyek ini menunjukkan kesempatan gres sekaligus menumbuhkan industri dalam negeri,” kata Chandra di ketika dihubungi detikINET.

Bos Advan ini pun optimis dengan adanya inisiatif ini memberi suntikan energi supaya laptop produksi setempat makin menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

“Dengan perlindungan sarat dari pemerintah kami percaya (laptop) produksi setempat akan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan ajakan terhadap kebutuhan produk laptop,” ungkapnya.

Kesiapan Advan

Advan ChromebookAdvan Chromebook Foto: dok Advan

Kendati sampaumur ini diketahui selaku pembesut ponsel pandai dan tablet, sejatinya Advan bukan pemain gres di bisnis laptop. Karenanya mereka siap menggarap 20 ribu perangkat yang dipesan pemerintah.

“Bisnis Advan dulu sempat menghasilkan All In One PC dan laptop. Kami punya pengalaman 20 tahun di bisnis elektronik,” ujar Chandra.

“Sampai Desember nanti kami sanggup memberikan 70 ribu unit,” timpalnya.

Laptop yang digarap Advan akan dirakit di pabriknya yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Perangkat yang dibentuk melakukan Chromebook, sementara spesifikasinya mengikuti patokan yang diberikan pemerintah.

Diberitakan sebelumnya Kemendikbudristek meluruskan soal kesibukan laptop untuk pelajar. Harga yang beredar bukan laptop semata, tetapi tergolong aksesoris pendukungnya.

“Di tahun 2021 akan ada 242.565 paket TIK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk 15.656 sekolah. Peralatan TIK ini bukan cuma laptop, namun juga antara lain router, connector, printer dan scanner,” kata M Samsuri, Karo Perencanaan Kemendikbudristek terhadap detikINET.

Pengadaan perlengkapan TIK ini diambil dari vendor di dalam negeri yang menyanggupi patokan TKDN. Jumlah unit yang diterima tiap sekolah akan berbeda bergantung usulannya mulai dari level Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengan Atas, Sekolah Menengah kejuruan, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Soal harga nggak dapat dipukul rata Rp 10 juta tadi. Nanti bagaimana masing-masing tempat bernegosiasi alasannya adalah prosesnya akuntabel dan transparan sesuai mekanisme LKPP. Tiap vendor terdaftar dalam e-katalog,” kata ia.

Samsuri memberikan anggaran Rp 2,4 triliun yang disampaikan Nadiem yakni budget pusat yang ditransfer ke tempat. Nanti kemudian pemda-pemda belanja kebutuhan laptop sekolahnya di e-katalog dari para vendor yang terdaftar.

“Jumlah paket TIK-nya, jumlahnya harus sesuai alokasi dalam DAK Fisik yang diterima Pemerintah Daerah. Lalu pemda perundingan di e-katalog barang dan harganya,” pungkasnya.

Simak Video “Komisi X parlemen Minta Kemendikbudristek Gandeng KPK soal Pengadaan Laptop Rp 2,4 T
[Gambas:Video 20detik]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.